!-- -->
Senin, 03 Oktober 2011 - 15:23:02 WIB
IMPLEMENTASI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER BERBASIS MIKROKONTROLER MCS-51 DAN APLIKASI PADA SISTEM P
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Jurusan Biologi - Dibaca - : 17695 kali

IMPLEMENTASI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER BERBASIS MIKROKONTROLER MCS-51 DAN APLIKASI PADA SISTEM PENGONTROLAN LEVEL ZAT CAIR

 

Zulhendri Kamus, Asrizal

Staf Pengajar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Padang

 

Abstrak

In Industry, control system was very needed to support industrial process and to improve eficiency of product process. Automatic could improve amount of product result with eficienly and effectively. Recently many automatic control systems were applied in industry by using Programmable Logic Controller (PLC). In initially PLC was developed to change electromagnetic relay circuits in conducting an automatical process. On the other hand, price of a PLC in market was  expensive, so it was difficult to use in life. But by using microprocessor and microcontroller technology, then  designing and developing PLC based on microcontroller was very possible to conduct a good control system. This research has conducted the initial exploration in designing and applying to control water level based on MCS-51 microcontroller. The result that obtained at initial exploration was hardware and software PLC based on MCS-51 microcontroller. Based on, testing result that conducted to control water level was founded the average precision for every level water control was from 0,965 until 0,988. On the other hand, average precision for three levels of water control that conducted was founded 0,980. These results showed that precision of water control system can be categorized was  high. 

 

Key Word :   Control System, Programmable Logic Controller, Level Controller, Microcontroller, Precision

 

PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan peluang untuk merancang suatu sistem yang dapat melakukan pemantauan dan pengontrolan terhadap level permukaan air. Pada saat ini sistem kontrol level banyak diaplikasikan di industri parmasi dan kimia misalnya untuk mengontrol level dari proses pencampuran zat cair, pengaturan level pengisian tangki pada titik tertentu dan sebagainya (Malki: 2000). Di dalam industri, sangat dibutuhkan sistem kontrol yang baik untuk dapat menunjang proses berjalannya industri tersebut dan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi. Industri sebagai produsen atau penghasil barang menggunakan cara-cara automatisasi untuk meningkatkan jumlah hasil barang yang diproduksinya secara efisien dan efektif. Salah satu peralatan kontrol automatisasi yang sekarang banyak digunakan di industri adalah Programmable Logic Controller (PLC) atau Pengontrol Logika terprogram (M. Budiyanto: 2003). PLC adalah sistem elektronik yang beroperasi secara digital, dirancang untuk penggunaan di industri dalam mengimplementasikan fungsi-fungsi khusus seperti logika, perurutan, pewaktu, pencacah, dan aritmatik untuk mengontrol berbagai mesin dan proses (Warnock, 1988 dan Anonim, 1993). PLC awalnya dikembangkan untuk menggantikan rangkaian-rangkaian relay elektromekanik dan secara luas digunakan untuk automatisasi, proses kimia, sistem transportasi dan sebagainya (Warnock, 1988, Michael, 1991, dan Peasen, 1998).

Disisi lain, harga sebuah PLC di pasaran sangat mahal sehingga sulit terjangkau. Selain itu, PLC komersial ini hanya dapat diprogram satu kali untuk satu keperluan. Namun dengan adanya teknologi mikroprosesor dan mikrokontroler, maka desain dan pengembangan PLC berbasis mikrokontroler sangat mungkin untuk dilakukan. Teknologi berbasis mikroprosesor adalah suatu desain fisik yang baru, sehingga memungkinkan sebuah sistem untuk melaksanakan berbagai fungsi yang sangat luas dalam melayani pemakai atau pengguna. Disamping kemampuan dalam mengumpulkan data dan pengolahan sederetan sensor, sistem dapat dengan cepat memberikan informasi melalui banyak cara (Steve: 2003).

Mikrokontroler adalah sebuah mikroprosesor dengan komponen antarmuka tambahan sebagai bagian dari chip. Pada dasarnya, mikrokontroler dirancang untuk terhubung secara langsung dengan masukan dan keluaran. Selain itu, mikrokontroler mempunyai beberapa memori sebagai bagian dari chip. Dalam beberapa hal, mikrokontroler disebut juga dengan komputer chip tunggal. Mikrokontroler pada umumnya untuk tujuan kontrol atau alat instrumentasi.

Intel corporation merupakan salah satu perusahaan yang memperkenalkan mikrokontroler dari keluarga MCS-51. Mikrokontroler ini banyak digunakan masyarakat terutama dikalangan mahasiswa. Hal ini karena mikrokontroler tersebut telah dikenal sejak lama, selain itu harganya murah dan telah tersedia bebarapa perangkat lunak pendukung mikrokontroler ini (kompiler, linker, simulator). Mikrokontroler MCS-51 memiliki beberapa fitur yang boleh dibilang lengkap pada saat ini. Fitur-fitur yang terdapat pada mikrokontroler MCS-51 yaitu prosesor berukuran delapan bit, 4K byte ROM, 128 byte RAM, empat buah port input/output delapan bit, dua timer 16 bit, sebuah port antarmuka serial, dan rangkaian osilator internal. Blok diagram dari mikrokontroler MCS-51 diperlihatkan pada Gambar 1.



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)